Senin, 20 April 2009

Tips Mempertahankan Gigi tetap sehat

Sebagaimana organ dalam tubuh lainnya, gigi perlu diperhatikan agar tetap sehat. selain berperan sebagai alat pengunyahan, gigi juga berfungsi estetik. bayangkan bila gigi kita tidak sehat, mulut berbau, atau warna (stain) pada gigi..?? dijamin kita akan malu-malu untuk senyum atau ketawa di depan khalayak. berikut ada beberapa tips atau langkah-langkah mudah yang bisa dilakukan untuk memepertahankan gigi tetap sehat:
1.Hindari minum minuman yang mengandung stain (mudah menimbulkan bercak warna pada gigi), seperti kopi, teh dan red wine. Keempat minuman tersebut dapat dengan mudah meninggalkan noda pada gigi. Kalaupun Anda harus meminumnya, usahakan sebisa mungkin minuman tersebut tidak langsung kena gigi, misalnya dengan menggunakan sedotan.
2. Sayuran dan buah seperti apel, nanas, wortel, dan seledri dapat membantu membersihkan gigi secara alami.
3. Konsumsi pula sayuran yang dapat mencegah noda pada gigi seperti brokoli, selada dan bayam.
4. Perhatikan sikat gigi Anda. Jika sikat gigi sudah rusak, tentu tidak bisa digunakan secara efektif. Ganti dengan sikat gigi baru.
5. Sikat gigi dengan cara yang benar. Gunakan pasta gigi yang kering dan bulu sikat halus dengan gerakan vertical (atas bawah). Bulu sikat yang basah tidak akan mengangkat warna kuning pada gigi.
6. Menggosokkan kulit buah lemon pada gigi juga dapat memutihkan gigi secara alami.
7. Buah stroberi ternyata punya efek alami memutihkan gigi, karena buah ini mengandung vitamin C yang tinggi. Jika Anda gemar minum jus stroberi, jangan buang ampasnya. Ambil ampas itu dan gosokkan pada gigi. Setelah didiamkan sesaat, berkumurlah.
8. Gunakan benang (dengal floss) gigi untuk membersihkan sela-sela gigi, setidaknya sehari sekali.
9. Gunakan pasta gigi yang mengandung formula pemutih gigi seperti hydrogen peroksida, gliserin, carbopol atau sodium hidroksida. Namun harus sesuai anjuran dokter.
10. Periksakan gigi ke dokter, setiap 6 bulan sekali.

(diolah dari berbagai sumber)
Baca selengkapnya!

Minggu, 05 April 2009

Senyum Indah terbentuk sejak lahir

SAN FRANSISCO - Sebuah senyum dapat menggambarkan ekspresi seseorang. Namun tahukah anda, keindahan senyum merupakan bakat yang terbentuk dari lahir.

Bermacam-macam senyum. Mulai dari senyum yang dipaksakan, senyum simpul, hingga senyum lebar. Sebuah penelitian menemukan, keindahan sebuah senyum sangat terkait sekali dengan gen yang dimiliki oleh seseorang. Hal ini dibuktikan melalui penelitian yang melibatkan 4800 buah foto dua orang atlet judo, yang salah satunya menderita kebutaan.

Para peneliti melihat, kedua orang tersebut memiliki ekspresi yang sama untuk menunjukkan emosi yang mereka alami, yaitu sama-sama berusaha untuk menunjukkan emosi sesuai dengan keadaan sosial.

Contohnya, saat keduanya mengikuti kejuaraan paralympic untuk memperebutkan medali emas. Sayangnya, keduanya tidak berhasil untuk mendapatkan emas. Sang atlet buta berhasil mendapatkan medali perak sedangkan yang satunya lagi, atlet dengan penglihatan normal, tidak mendapatkan juara sama sekali.

Kedua atlet tersebut sama-sama menunjukkan ’senyum sosial’. Senyum dengan kategori ini dapat dibentuk dengan hanya menggerakkan otot mulut tanpa bantuan otot lainnya. Sedangkan senyum yang sebenarnya, yang dikenal dengan nama Duchenne Smile, tidak hanya menggerakkan otot mulut tapi juga menyebabkan kedua mata berkedip sehingga mengakibatkan kedua tulang pipi terangkat.

“Mereka yang kalah pertandingan, kebanyakan hanya mengangkat bibir bawah mereka untuk mengendalikan emosi mimik wajah mereka. Kebanyakan dari mereka hanya membentuk senyum sosial,” ujar psikolog dari Universitas San Fransisco David Matsumoto, seperti dikutip melalui Live Science, Selasa (30/12/2008).

Bahkan, saat mereka merasakan sedih dan kesal, kedua wajah mereka menghasilkan mimik muka yang sama, yaitu bibir mereka tidak berubah gerak, hanya saja alis mata mereka menjadi sedikit naik.

Hasilnya, para peneliti menyatakan bahwa dengan demikian sebuah senyum tidak selalu harus dipelajari, melainkan berasal dari gen masing-masing orang.

“Atlet yang mengalami kebutaan dari lahir tersebut tidak pernah memiliki kesempatan untuk melihat apalagi menirukan sebuah senyum yang harusnya tertata di wajah manusia, bahkan ia pun tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol seharusnya emosi ditunjukkan. Artinya, sudah dipastikan bahwa emosi kita dan sistem di dalamnya yang mampu mengatur ini semua. Lebih tepatnya, sebuah emosi sudah dibawa oleh para manusia sejak lahir,” ujar Matsumoto. (srn)

Sumber : techno.okezone.com

Baca selengkapnya!

.

Your Ad Here