Sebagaimana organ dalam tubuh lainnya, gigi perlu diperhatikan agar tetap sehat. selain berperan sebagai alat pengunyahan, gigi juga berfungsi estetik. bayangkan bila gigi kita tidak sehat, mulut berbau, atau warna (stain) pada gigi..?? dijamin kita akan malu-malu untuk senyum atau ketawa di depan khalayak. berikut ada beberapa tips atau langkah-langkah mudah yang bisa dilakukan untuk memepertahankan gigi tetap sehat:
1.Hindari minum minuman yang mengandung stain (mudah menimbulkan bercak warna pada gigi), seperti kopi, teh dan red wine. Keempat minuman tersebut dapat dengan mudah meninggalkan noda pada gigi. Kalaupun Anda harus meminumnya, usahakan sebisa mungkin minuman tersebut tidak langsung kena gigi, misalnya dengan menggunakan sedotan.
2. Sayuran dan buah seperti apel, nanas, wortel, dan seledri dapat membantu membersihkan gigi secara alami. 3. Konsumsi pula sayuran yang dapat mencegah noda pada gigi seperti brokoli, selada dan bayam. 4. Perhatikan sikat gigi Anda. Jika sikat gigi sudah rusak, tentu tidak bisa digunakan secara efektif. Ganti dengan sikat gigi baru. 5. Sikat gigi dengan cara yang benar. Gunakan pasta gigi yang kering dan bulu sikat halus dengan gerakan vertical (atas bawah). Bulu sikat yang basah tidak akan mengangkat warna kuning pada gigi. 6. Menggosokkan kulit buah lemon pada gigi juga dapat memutihkan gigi secara alami. 7. Buah stroberi ternyata punya efek alami memutihkan gigi, karena buah ini mengandung vitamin C yang tinggi. Jika Anda gemar minum jus stroberi, jangan buang ampasnya. Ambil ampas itu dan gosokkan pada gigi. Setelah didiamkan sesaat, berkumurlah. 8. Gunakan benang (dengal floss) gigi untuk membersihkan sela-sela gigi, setidaknya sehari sekali. 9. Gunakan pasta gigi yang mengandung formula pemutih gigi seperti hydrogen peroksida, gliserin, carbopol atau sodium hidroksida. Namun harus sesuai anjuran dokter. 10. Periksakan gigi ke dokter, setiap 6 bulan sekali.
SAN FRANSISCO - Sebuah senyum dapat menggambarkan ekspresi seseorang. Namun tahukah anda, keindahan senyum merupakan bakat yang terbentuk dari lahir.
Bermacam-macam senyum. Mulai dari senyum yang dipaksakan, senyum simpul, hingga senyum lebar. Sebuah penelitian menemukan, keindahan sebuah senyum sangat terkait sekali dengan gen yang dimiliki oleh seseorang. Hal ini dibuktikan melalui penelitian yang melibatkan 4800 buah foto dua orang atlet judo, yang salah satunya menderita kebutaan.
Para peneliti melihat, kedua orang tersebut memiliki ekspresi yang sama untuk menunjukkan emosi yang mereka alami, yaitu sama-sama berusaha untuk menunjukkan emosi sesuai dengan keadaan sosial.
Contohnya, saat keduanya mengikuti kejuaraan paralympic untuk memperebutkan medali emas. Sayangnya, keduanya tidak berhasil untuk mendapatkan emas. Sang atlet buta berhasil mendapatkan medali perak sedangkan yang satunya lagi, atlet dengan penglihatan normal, tidak mendapatkan juara sama sekali.
Kedua atlet tersebut sama-sama menunjukkan ’senyum sosial’. Senyum dengan kategori ini dapat dibentuk dengan hanya menggerakkan otot mulut tanpa bantuan otot lainnya. Sedangkan senyum yang sebenarnya, yang dikenal dengan nama Duchenne Smile, tidak hanya menggerakkan otot mulut tapi juga menyebabkan kedua mata berkedip sehingga mengakibatkan kedua tulang pipi terangkat.
“Mereka yang kalah pertandingan, kebanyakan hanya mengangkat bibir bawah mereka untuk mengendalikan emosi mimik wajah mereka. Kebanyakan dari mereka hanya membentuk senyum sosial,” ujar psikolog dari Universitas San Fransisco David Matsumoto, seperti dikutip melalui Live Science, Selasa (30/12/2008).
Bahkan, saat mereka merasakan sedih dan kesal, kedua wajah mereka menghasilkan mimik muka yang sama, yaitu bibir mereka tidak berubah gerak, hanya saja alis mata mereka menjadi sedikit naik.
Hasilnya, para peneliti menyatakan bahwa dengan demikian sebuah senyum tidak selalu harus dipelajari, melainkan berasal dari gen masing-masing orang.
“Atlet yang mengalami kebutaan dari lahir tersebut tidak pernah memiliki kesempatan untuk melihat apalagi menirukan sebuah senyum yang harusnya tertata di wajah manusia, bahkan ia pun tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol seharusnya emosi ditunjukkan. Artinya, sudah dipastikan bahwa emosi kita dan sistem di dalamnya yang mampu mengatur ini semua. Lebih tepatnya, sebuah emosi sudah dibawa oleh para manusia sejak lahir,” ujar Matsumoto. (srn)
Gigi memiliki banyak fungsi dan manfaat dalam kehidupan sehari-hari. diantaranya adalah untuk mengunyah makanan (mastikasi), mengucapkan kata-kata / berbicara (fonetik) dan fungsi keindahan gigi (estetik).
setiap orang menginginkan giginya tetap sehat, bersih, nafas segar serta terhindar dari masalah gigi.karena gigi merupakan satu kesatuan dengan organ tubuh lainnya, maka sakit pada gigi akan mempengaruhi rasa sakit pada organ yang lainnya. maka, sebisa mungkin kita harus merawat dan menjaga gigi agar tetap sehat. penyakit gigi yang sering terjadi adalah lubang pada gigi (caries)
ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjaga dan merawat agar gigi tetap sehat, diantaranya:
1. Kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
masalah-masalah gigi sering hinggap, tak terdeteksi oleh kita. seperti lubang gigi pada daerah antara gigi atau pada gigi bagian belakang. kontrol pada dokter gigi untuk mengurangi dan mencegah serta melakukan tiondakan dini terhadap faktor-faktor yang kemungkinan bisa menjadi penyebab masalah pada gigi.
2. Kurangi makanan yang sifatnya lengket di gigi karena mudah sekali menimbulkan plak.
Makanan yang lengket itu tidak hanya terdiri dari permen atau cokelat, tapi juga makanan berkarbohidrat tinggi seperti mie atau berbagai jenis fast food. Lebih baik banyak makan buah dan sayur.
3. Rajin menggosok gigi setelah makan. Umumnya yang diingat orang adalah menggosok gigi ketika bangun tidur. Padahal yang penting adalah sesudah makan, terutama sebelum tidur. Sebab sewaktu tidur, air ludah kita berkurang sehingga kuman cenderung berbiak sebanyak-banyaknya.
4. Gosoklah gigi Anda dengan cara yang benar. Bila menggosok gigi, usahakan dengan lembut, jangan terlalu keras. usahakan mencari sikat yang memiliki bulu yang lembut. bulu yang kasar atau cara menyikat yang terlalu keras akan menimbulkan luka pada daerah gusi.
5. Bagi ibu-ibu yang sedang hamil, setiap kali habis muntah sebaiknya segera menggosok gigi atau berkumur sebanyak-banyaknya. Sebab muntahan biasanya becampur dengan asam lambung. Kalau kurang bersih saat berkumur, maka sisa muntahnya mudah menempel di sela-sela gigi yang bisa merusak email lalu lama-kelamaan berlubang.
6. Bila dalam gigi terdapat karang gigi, segera lah dibuang. karena karang gigi dapat menyebabkan masalah-masalah lain pada gigi.
7. Tamballah gigi secepatnya bila berlubang
8. Bila kehilangan gigi, segeralah minta dokter gigi membuatkan gigi palsu. adanya ruangan yang kosong pada rahang akibat kehilangan gigi menyebabkan gigi disebelahnya bergerak, sehingga akan menimbulkan estetik yang tidak indah.
9. bila gigi mengalami gigitan yang tidak sempurna, segeralah dirawat dan diratakan dengan menggunakan kawat gigi.
Mata memiliki peran yang sangat besar dalah hidup kita. mata adalah jendela dari jiwa kita. mata adalah jalan menuju dunia di sekitar kita. alangkah indahnya nikmat Tuhan yang diberikan kepada kita lewat mata ini. mata memiliki kemampuan yang jauh lebih hebat dan lebih tinggi dibanding kamera atau alat-alat teknologi yang canggih sekalipun. namun demikian, tentunya kita harus senantiasa merawat agar mata kita tetap sehat, agar kita dapat senantiasa menikmati keindahan dan anugerahNya. fungsi mata memang akan menurun seiring dengan bertambahnya usia, namun tentunya kita harus senantiasa menjaga dan merawatnya sebisa mungkin agar mata tetap sehat.
Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjaga dan merawat mata tetap sehat:
1. Memeriksakan mata secara rutin kepada dokter ahli mata. hal ini untuk mengurangi gejala-gejala dini yang biasa terjadi pada mata kita seperti katarak dan penyakit mata lainnya.
2. Mata bukanlah mesin yang bisa bekerja 24 jam sehari. oleh karenanya sering-seringlah mengistirahatkan mata.
3. Bila bekerja di depan komputer, usahakan jangan terlalu lama mata menatap layar komputer
4. untuk urusan tertentu, seperti berenang, aktifitas di luar ruangan yang yang berhubungan dengan sinar matahari yang terik, atau aktifitas lainnya seperti kerja tambang dan lainnya, usahakan menggunakan kaca mata yang sesuai.
5. Menjaga mata tetap sehat juga dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang tepat, seperti makanan yang mengandung vitamin A dan beta carotene. makanan seperti ini biasa didapat dari sayur-sayuran seperti wortel, tomat, dan sayuran hijau. selain itu, dianjurkanpula mengkonsumsi makanan seperti ikan, jeruk dan makanan lain yang mengandung omega-3s.
Bau mulut menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang. tidak bisa dibayangkan jikalau berada di tengah-tengah kerumunan orang, lantas berbicara dengan kondisi mulut yang bau tajam menusuk orang-orang yang berada di sekitarnya. dijamin banyak yang lari menjauh atau bahkan ada yang pingsan di tempat. bau mulut menjadi suatu momok yang menakutkan sebagian orang. Orang yang puasa biasanya mulutnya akan bau tidak enak, namun hal ini wajar-wajar saja. Lain halnya jika bau mulut terjadi secara permanen tentu akan memberikan dampak atau citra yang negatif.
Bau mulut yang berkepanjangan dapat mengakibatkan seseorang jadi tidak percaya diri (pede) dan bisa menjadi pertanda suatu penyakit seperti penyakit diabetes, penyakit jantung, gagal ginjal, liver, gangguan pada pencernaan, dan lain sebagainya. Di samping itu bau mulut juga dapat ditimbulkan dari adanya lubang pada gigi, sisa makanan di dalam mulut, karang gigi / karies, dan lain sebagainya.
Tanda-tanda terjadinya bau mulut biasanya adalah akibat terganggunya keseimbangan asam mulut seperti alir liur kental, mulut kering dan rasa tidak nyaman bicara. Selain itu lawan bicara akan terlihat gelisah dan mengambil inisiatif menjauh / mengambil jarak dalam berbicara. Bisa juga seseorang akan komplain atas bau tidak enak yang tercium dan berasal dari mulut kita.
Ketika melakukan ibadah puasa, seseorang akan lebih rentan terkena bau mulut yang tidak sedap dihidung dikarenakan adanya pengurangan produksi air liur yang dapat membuat mulut menjadi kering / xerostomia. Akibatnya jumlah oksigen di dalam mulut akan berkurang. Bakteri anaerob dapat berkembang biak di dalam mulut tanpa oksigen yang memecah asam amino dan menghasilkan gas sulfur yang membuat mulut tidak sedap baunya.
Tips-tips berikut bisa dilakukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan bau mulut:
1. Rajinlah menggosok gigi setiap sehabis makan, minimal selama 2 menit 2. Kurangi makan makanan atau minuman yang bisa membuat mulut menjadi bau. atau jika tetap ingin memakannya, segera setelah makan mulut dibersihkan. 3. rajin-rajinlah merawat dan memeriksakan gigi ke dokter gigi, minimal setiap 6 bulan sekali. 4. Minumn air putih yang banyak dan cukup. 5. Jika menggosok gigi, maka bersihkan pula lidah kita dengan sikat lidah, sendok, atau alat-alat yang bisa mengerok kotoran di lidah. hal ini dilakukan karena dalam lidah mengandung banyak kuman. 6. Gunakan semprotan mulut penghilang bau. 7. Rajin berkumur dengan cairan pembersih mulut khusus untuk kumur. 8. Mengurangi atau bahkan meninggalkan kebiasaan merokok 9. Hindari banyak makan makanan berminyak ketika sahur. (pada saat puasa) 10. Makan makanan yang berserat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan segar. 11. Minum yogurt, makan vitamin c dosis tinggi dan mengunyah tumbuhan seperti daun ketumbar, ekaliptus, taragon, dan lain sebagainya.
semoga bermanfaat dan bau mulut kita menjadi berkurang atau menghilang.
Baca selengkapnya!
Kita semua pastinya menginginkan gigi yang sehat. Kesehatan gigi dan mulut harus senantiasa dirawat agar tetap sehat. Perawatan selayaknya dilakukan sejak dini, atau masih balita. Kesehatan gigi dan mulut pada masa Balita dan anak ternyata cukup menentukan pada tingkatan usia selanjutnya. Jika perawatan tidak dilakukan dengan baik, mereka akan rentan terkena beberapa penyakit gigi dan mulut. Penyakit yang sering muncul biasanya, karies (lubang pada permukaan gigi), ginggivitis (radang gusi), dan sariawan.
Gigi dan gusi si kecil yang terjaga dengan baik, tentunya menjadi kebanggaan kita semua, dan khususnya bagi si kecil yang terhindar dari jenis penyakit yang mengganggu. Agar kebersihan dan kesehatan gigi si kecil selalu terjaga, ajarilah untuk menggosok gigi sejak dini. Mintalah mereka untuk menggosok giginya paling tidak dua kali sehari, terutama setelah makan makanan manis dan sebelum tidur malam.
Pelajaran menggosok gigi tersebut harus disesuaikan dengan umur Balita anda. Demikian pula dengan pasta dan sikat gigi yang digunakan untuk membersihkan gigi si kecil yang barusan tumbuh itu.
Beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengajari si kecil menyikat gigi:
Usia 1-1,5 tahun
Usia ini adalah waktu yang ideal untuk memulai pelajaran menggosok gigi. Sebab, gigi susu buah hati anda sudah mulai tumbuh. Untuk pelajaran pertama anda bisa mulai mengajarkan gosok gigi dengan sikat gigi khusus untuk anak-anak. Bulu sikat jangan terlalu keras/lembek/jarang. Ujung sikat gigi dan ujung bulu sikat sedekat mungkin. Bisa juga menggunakan sikat gigi lembut yang dapat disarungkan pada jari anda.
Berikut caranya.
1. Sikat gigi si kecil tanpa menggunakan pasta gigi atau odol, untuk mencegah kemungkinan menelan terlalu banyak fluoride ( F) yang terkandung di dalam pasta gigi.
2. Sikat gigi si kecil dengan gerakan memutar.
3. Bilas dengan memberikan air putih matang yang bersih sehingga tidak berisiko menyebabkan diare jika tertelan.
Untuk membiasakan gosok gigi di usia ini, awalnya anda bisa membiasakan si kecil melihat anda menggosok gigi. Kemudian, biarkan dia memegang sendiri sikat giginya dan bermain sambil meniru gerakan gosok gigi.
Usia 1,5-2 tahun
Pada usia ini, si kecil biasanya sudah mulai mampu memegang sikat gigi dan berkumur. Jadi, kini mereka sudah bisa diajari gosok gigi menggunakan pasta gigi khusus untuk Balita, namun pastikan tidak terlalu banyak memakainya.
Sebelum memulai pelajaran menyikat gigi, anda bisa menyiapkan alat-alatnya. Berikan pasta gigi pada sikat giginya sebesar biji jagung. Pesankan kepada si kecil untuk tidak menelan pasta gigi, walau rasanya enak, agar dia dia tidak kelebihan flour.
Ajari si kecil gosok gigi sendiri :
1. Anda dan si kecil berdiri di depan cermin. Dari belakang, pegang tangan si kecil dan arahkan sikat giginya ke gigi yang akan disikat. Suruhlah dia menirukan cara anda memegang sikat serta cara anda menggerakkan sikat untuk membersihkan gigi.
2. Berilah dia kesempatan untuk belajar menyikat gigi sendiri, sekali pun belum benar caranya. Ini akan memotivasi mereka untuk membersihkan giginya.
3. Setelah selesai, suruhlah dia berkumur dengan air putih matang yang bersih beberapa kali.
4. Berikan pujian jika mereka dapat melakukannya dengan benar, sehingga mereka senang dan mau menyikat giginya tanpa diminta.
Usia lebih dari 2 tahun
Mulai usia 2 tahun, anda dapat mulai mengajarkan si kecil menggosok gigi dengan metode schrob. Yakni, suatu metode menggosok gigi yang mudah dan sederhana untuk Balita.
Caranya :
1. Gosok gigi depan bagian atas dan bawah dengan arah ke samping kanan dan kiri.
2. Kemudian, seluruh gigi bagian samping, dan seluruh gigi bagian belakang.
3. Kumurlah dengan air bersih beberapa kali.
CATATAN :
Selain menyikat gigi ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi Balita dan anak anda :
1. Kurangi konsumsi makanan manis dan mudah melekat pada gigi seperti permen atau coklat. Namun melarang sama sekali dapat menimbulkan dampak psikis.
2. Siapkan makanan kaya kalsium (ikan & susu), fluor (teh, daging sapi & sayuran hijau), fosfor, serta vitamin A (wortel), C (buah-buahan), D (susu), dan E (tauge). Mineral dan vitamin tersebut diperlukan untuk pertumbuhan gigi mereka.
3. Jaga higiene oral mereka dengan baik. Bila ada karang gigi segera bawa ke dokter gigi untuk dibersihkan.
4. Ajak mereka memeriksakan gigi enam bulan sekali.
5. Bila tiba-tiba mengeluh sakit gigi, suruh mereka berkumur dengan air garam hangat dan lubang ditutup kapas berminyak cengkeh. Bila sariawan, suruh mereka berkumur dengan air rebusan sirih dan garam yang hangat. Lalu, bawa ke dokter/klinik gigi.
Kita semua pastinya menginginkan gigi yang sehat. Kesehatan gigi dan mulut harus senantiasa dirawat agar tetap sehat. Perawatan selayaknya dilakukan sejak dini, atau masih balita. Kesehatan gigi dan mulut pada masa Balita dan anak ternyata cukup menentukan pada tingkatan usia selanjutnya. Jika perawatan tidak dilakukan dengan baik, mereka akan rentan terkena beberapa penyakit gigi dan mulut. Penyakit yang sering muncul biasanya, karies (lubang pada permukaan gigi), ginggivitis (radang gusi), dan sariawan.
Gigi dan gusi si kecil yang terjaga dengan baik, tentunya menjadi kebanggaan kita semua, dan khususnya bagi si kecil yang terhindar dari jenis penyakit yang mengganggu. Agar kebersihan dan kesehatan gigi si kecil selalu terjaga, ajarilah untuk menggosok gigi sejak dini. Mintalah mereka untuk menggosok giginya paling tidak dua kali sehari, terutama setelah makan makanan manis dan sebelum tidur malam.
Pelajaran menggosok gigi tersebut harus disesuaikan dengan umur Balita anda. Demikian pula dengan pasta dan sikat gigi yang digunakan untuk membersihkan gigi si kecil yang barusan tumbuh itu.
Beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengajari si kecil menyikat gigi:
Usia 1-1,5 tahun
Usia ini adalah waktu yang ideal untuk memulai pelajaran menggosok gigi. Sebab, gigi susu buah hati anda sudah mulai tumbuh. Untuk pelajaran pertama anda bisa mulai mengajarkan gosok gigi dengan sikat gigi khusus untuk anak-anak. Bulu sikat jangan terlalu keras/lembek/jarang. Ujung sikat gigi dan ujung bulu sikat sedekat mungkin. Bisa juga menggunakan sikat gigi lembut yang dapat disarungkan pada jari anda.
Berikut caranya.
1. Sikat gigi si kecil tanpa menggunakan pasta gigi atau odol, untuk mencegah kemungkinan menelan terlalu banyak fluoride ( F) yang terkandung di dalam pasta gigi.
2. Sikat gigi si kecil dengan gerakan memutar.
3. Bilas dengan memberikan air putih matang yang bersih sehingga tidak berisiko menyebabkan diare jika tertelan.
Untuk membiasakan gosok gigi di usia ini, awalnya anda bisa membiasakan si kecil melihat anda menggosok gigi. Kemudian, biarkan dia memegang sendiri sikat giginya dan bermain sambil meniru gerakan gosok gigi.
Usia 1,5-2 tahun
Pada usia ini, si kecil biasanya sudah mulai mampu memegang sikat gigi dan berkumur. Jadi, kini mereka sudah bisa diajari gosok gigi menggunakan pasta gigi khusus untuk Balita, namun pastikan tidak terlalu banyak memakainya.
Sebelum memulai pelajaran menyikat gigi, anda bisa menyiapkan alat-alatnya. Berikan pasta gigi pada sikat giginya sebesar biji jagung. Pesankan kepada si kecil untuk tidak menelan pasta gigi, walau rasanya enak, agar dia dia tidak kelebihan flour.
Ajari si kecil gosok gigi sendiri :
1. Anda dan si kecil berdiri di depan cermin. Dari belakang, pegang tangan si kecil dan arahkan sikat giginya ke gigi yang akan disikat. Suruhlah dia menirukan cara anda memegang sikat serta cara anda menggerakkan sikat untuk membersihkan gigi.
2. Berilah dia kesempatan untuk belajar menyikat gigi sendiri, sekali pun belum benar caranya. Ini akan memotivasi mereka untuk membersihkan giginya.
3. Setelah selesai, suruhlah dia berkumur dengan air putih matang yang bersih beberapa kali.
4. Berikan pujian jika mereka dapat melakukannya dengan benar, sehingga mereka senang dan mau menyikat giginya tanpa diminta.
Usia lebih dari 2 tahun
Mulai usia 2 tahun, anda dapat mulai mengajarkan si kecil menggosok gigi dengan metode schrob. Yakni, suatu metode menggosok gigi yang mudah dan sederhana untuk Balita.
Caranya :
1. Gosok gigi depan bagian atas dan bawah dengan arah ke samping kanan dan kiri.
2. Kemudian, seluruh gigi bagian samping, dan seluruh gigi bagian belakang.
3. Kumurlah dengan air bersih beberapa kali.
CATATAN :
Selain menyikat gigi ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi Balita dan anak anda :
1. Kurangi konsumsi makanan manis dan mudah melekat pada gigi seperti permen atau coklat. Namun melarang sama sekali dapat menimbulkan dampak psikis.
2. Siapkan makanan kaya kalsium (ikan & susu), fluor (teh, daging sapi & sayuran hijau), fosfor, serta vitamin A (wortel), C (buah-buahan), D (susu), dan E (tauge). Mineral dan vitamin tersebut diperlukan untuk pertumbuhan gigi mereka.
3. Jaga higiene oral mereka dengan baik. Bila ada karang gigi segera bawa ke dokter gigi untuk dibersihkan.
4. Ajak mereka memeriksakan gigi enam bulan sekali.
5. Bila tiba-tiba mengeluh sakit gigi, suruh mereka berkumur dengan air garam hangat dan lubang ditutup kapas berminyak cengkeh. Bila sariawan, suruh mereka berkumur dengan air rebusan sirih dan garam yang hangat. Lalu, bawa ke dokter/klinik gigi.
Pemahaman akan sehat telah muncul sejak tahun 700 SM, dimana sehat dinyatakan sebagai sesuatu yang dibanggakan, sedangkan sakit adalah hal yang sangat tidak berguna. kemudian berkembang menjadi aliran cartesian pada tahun 1700, sehat diartikan sebagai suatu keadaan dimana tidak ditemukannya disfungsi alat tubuh, mental, dan roh. sehingga dari pemahaman tersebut mengindikasikan bahwa kesehatan merupakan urusan ahli agama. Tahun 1960, pengertian kesehatan masih terbatas hanya sebagai tujuan hidup dan belum dikaitkan dengan tujuan pembangunan. Tujuan utama kesehatan adalah tercapainya keadaan hidup sehat, dan belum sampai pada hidup produktif.
Konsep Sehat pada saat ini didefinisikan sebagai:
Konsep Grossman (1972) Kesehatan mempunyai fungsi produksi dan modal tahan lama. Sehat mirip dengan stok barang ekonomi yang dapat berkurang/ bertambah seiring dengan bertambahnya waktu. Mereka yang mempunyai stok kesehatan meningkat, maka produksinya meningkat pula apalagi didukung dengan ketrampilan dan modal.
Upaya kuratif dianggap tidak efisien, sebaliknya upaya produktif dan preventif yakni tercegahnya seseorang karena tidak sakit sehingga dapat bekerja dan mendapatkan penghasilan.
Ottawa Charter (1986)
Definisi tentang sehat telah memasukkan unsur sehat produktif sosial dan ekonomi. Upaya kesehatan harus sampai sehat produktif yakni sehat yang mempunyai nilai ekonomi.
Dekade Human Development (1990)
Keterkaitan antara kesehatan dan pembangunan (SDM) hidup lebih lama, sehat, dan berpenghasilan cukup. 1. HDI sebagai salah satu indikator pembangunan 2. Decade of Human Development (1990) 3. The Year of Human Resources Development (1992) 4. Millenium Development Goal (MDG, 2000) Sumber http://elisa.ugm.ac.id
Paradigma masyarakat hari ini masih belum beranjak dari kondisi dimana sehat masih diartikan dengan keadaan fisik saja. Upaya yang dilakukan pun lebih banyak pada permasalahan penanganan masalah-masalah kuraitf kesehatan. indikator dari suatu daerah sehat dinyatakan dengan keadaan fasilitas/sarana pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Pustu, atau lainnya serta kuantitas tenaga kesehatan. Bagaimanakah paradigma kesehatan ideal? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka kita harus mengkaji bahwa kesehatan adalah hak dsar / hak azasi Manusia. berbicara masalah hak, berarti sesuatu yang secara mutlak harus didapatkan oleh manusia. sehingga pembicaraan kita tentang sehat merupakan sesuatu kondisi yang harus didapatkan oleh individu. dari pernyataan tersebut, maka sakit adalah kondisi dimana hak tidak terpenuhi. dari pendefinisian ini, maka seharusnya dan selayaknyalah setiap pihak yang terkait harus mengupayakan agar tidak terjadi kondisi sakit. selain terpenuhinya hak, ketika kita sehat, maka akan mudah menghasilkan sesuatu (fungsi produktif). maka upaya yang dilakukan adalah Preventif (pencegahan) tanpa menafikan proses kuratif, namun porsi yang lebih besar pada preventif adalah hal yang ideal. untuk melakukan pencegahan (promotif) maka yang harus dilakukan adalah penyadaran terhadap masyarakat lewat aksi-aksi penyuluhan (promotif) dan lainnya. permasalahan kesehatan bersumber dari kompleksitas permasalahan, terkait dari beberapa aspek yang mungkin selama ini bukan menjadi kajian tenaga kesehatan. seperti contoh, kondisi busung lapar, diakibatkan salah satunya oleh karena kekuangan pangan (pertanian), penyakit ISPA disebabkan oleh kondisi jalan raya yang rusak. menilik hal tersebut, maka melakukan proses preventif kesehatan harus ada korelasi dengan kondisi-kondisi lain yang dikhawatirkan menimbulkan kondisi yang tidak sehat.